Saya kelahiran  33 tahun lalu di desa Tambunan Lumban pea yang lebih kenal disana parbagasan.dahulunya parbagasan ini kampung yang sangat kolot menurut pandangan teman-teman seumuran  yang tinggal di pasar Tambunan.
 tetapi saat ini perkataan kolot itu sudah jarang terucap dari orang yang tinggal di pasar Tambunan yang merasa dirinya seperti tinggal di kota.

untuk mempersingkat cerita,disini saya ingin menuliskan kisah manis dan pahit saya selama mengenyam pendidikan di SMP TAMBUNAN.


saya lulusan 1996,Sebenarnya  saya hanya 2tahun belajar di sana,kkelas 1 smp sampai kelas 2 pertengahan semester 1 saya pindah ke smp Tambunan. saya pindahan dari Smp negri 1 Balige soposurung,sebenarnya saya tidak ingin pindah,tetapi keadaaan orang tua yang tidak mencukupi untuk menetupi biaya onkos setiap pagi akhirnya saya di pindahkan kesana.

saya ingat sekali,di hari pertama masuk ,saya di tempatkan di kelas 2b dan wali kelas saya adalah Ibu Emn yang mengajar Bahasa inggris atau yang lebih di kenal Ibu Tinnong,dan yang jelas saya tidak mengerti kenapa ibu itu di sebut Tinnong.
 di les mata pertama melukis ,dan yang masuk mengajar bapak SAS,dia melihat saya seperti penasaran dan berkata" hei kamu siapa, kenapa ada di sini"tanyanya,"saya murid baru pak"jawabku.'ok kamu maju,tolong gambarkan sebuah rumah melalui titik mata"pintanya pada saya. saya pun maju dan memenuhi permintaannya yang memang selama ini itu sudah saya fahami.

setelah saya membuatnya dengan bagus,dia melihat dari sorot matanya terlihat bahwa ia tidak terima,sebab sebelumnya belum pernah ia ajarkan pada muridnya,lalu ia menanyakan saya,"dari mana kamu tahu seperti itu? "tanyanya penasaran,"begitulah yang saya pelajari selama ini" jawabku.

ia pun menyuruh saya duduk dan berkata 'bukan begini",tetapi setelah saya ikuti,lha apa bedanya sama saja,dalam pikiranku ini ada yang tidak beres dengan bapak ini.

ternyata benar,penasaranku terjawab,setelah usai mata pelajaran itu,teman sebangku Rido Anson Sinaga mengatakan"begitulah bapak itu! dia tidak mau kalah dengan muridnya,jadi kalau mau nilai bagus ,asal coret-coret saja,"anjurnya pada saya.

hari-hari pun berjalan dengan seiring waktu,lama kelamaan semakin akrab dengan teman sekelas lainnya,bukannya  saya sombong broo..setelah saya menilai murid yang sekelas dengan saya. saya masih diatas rata-rata. yang paling bersaing di kelas pada saat itu masalah IQ,bisa di bilang tidak banyak.

bintang kelas 2b pada saat itu adalah Rido anson sinaga mahir matematika,Patuan Tambunan Fisika,Siti Sarinah Pasribu,Ladihum Tambunan,dan kalau saya hanya lebih condong ke bahasa inggris dan sejarah.

waktu terus berjalan..karena setiap pagi sering bertemu. Siti sarinah adalah gadis termanis seperti Gula,bodynya bahenol.membuat pikiran jadi mesum,apalagi seumuran saat itu yang lebih di kenal denganistilah masa puber,memang sangat luar binasa,tetapi sikap seperti itu hambar apabila kita bertemu dengannya,suaranya merdu dan langkahnya gulai gemulai,membuat semua teman selalu cari perhatiannya.

hari apes pun terjadi pada saat aku mulai mendekatinya, senggang waktu di mana guru tidak datang saat itu ,membuat kelas 2b riuh pikuk,ada yang nyanyi,gendang-gendang,dan ada juga yang lomba melukis.

seorang teman memaksa saya untuk melukiskan anjing sedang bersenggama,akhirnya saya menuruti permintaan tersebut,melihat lukisan tersebut yang terpangpang di papan tulis,semua tertawa,terkecuali Siti Sarinah,dia marah bukan kepalang,ia melemparkan pulpennya ke saya,serta merta mengeluarkan kata-kata sumpah serapah,ia juga mengaitkan sumpah serapahnya dengan orang tua saya,dengan emosi saya menghampirinya,tampa di perintah,dengan spontanitas kaki saya terhempas ke punggungnya.

ia pun menangis bukan kepalang,suaranya memenuhi ruangan kelas,suaranya mengundang kelas yang lain.
singkat cerita akhirnya jadi ramai,wali kelas segera datang yang kebetulan mengajar di kelas lain.saya mulai bingung,dalam hati berkata "apa yang telah kuperbuat dengan gadis manis ini?",alangkah menyesalnya aku,oh Tuhan ampunu aku...

wali kelas pun datang ,ia menyuruh saya untuk membawa berobat kampung(di urut),siti menolak tidak mau.akhirnya sayapun di hukum guru menghormat tiang bendera sampai usai jam belajar.

di tengah terik matahari,aku berpikir"kenapa jadi begini"padahal aku sangat menyukainya,tapi apa yang telah
kun perbuat,aku telah menyakitinya.,mungkinkah ada maaf untuku?.

waktu terus berlalu tanpa ada maaf darinya,memang saya tidak pernah meminta saya untuk di maafkannya.kami naik kelas tiga,semua biasa saja,tapi kami pernah bertemu hanya berdua di kelas,sebab kedatangan kami terlalu pagi,kami sekali-kali curi pandang,tapi saling menyembunyikan,saya hanya diam,hampir 15 menit di dalam ruang kelas ,kami diam membisu seperti tidak ada orang,akhirnya teman mulai datang satu persatu.saya santai saja ,padahal dalam hati berfikir,"saya tidak Gentle"kenapa ada ruang waktu tidak saya pergunakan untuk mengungkap perasaanku selama ini padanya,dan kenapa aku hanya diam?.

1thn empat bulan kami tidak pernah menyapa,pada saat terakhir sesudah tamat,dengan hati yang bersalah aku sengaja mencari tahu alamat Rumahnya,setelah dapat ,aku pergi malam mingguan kerumahnya yang berjarak 30 Km dari kampungku,dengan transpotasi yang minim akhirnya aku pergi yang di temani seorang teman dari kelas lain yang masih satu kampung denganku.

kamipun pergi, hampir 1 jam perjalanan kami menepuhnya,ya lumayan jauh,pantasan dia(Siti) berangkat sekolahnya agak cepat. setelah sampai di depan rumahnya,saya berpikir kok rumahnya rumah adat batak?,saya berpikir salah alamat,menurut informasi,rumahnya  bukan Rumah adat(Sopo).kami pun pura-pura beli rokok kewarung.penjual bertanya"cari siapa"tanynya,"oh iya kenal yang namanya Siti bu?"tanyaku,yah itu rumahnya,"jawabnya.

tampa sengaja aku melihatnya membawa ember berisi cucian,dia diam saja,lalu aku menghampirinya dan berkata"apakabar?,maaf ,saya sengaja datang menemuimu hanya untuk meminta maaf atas apa yang telah kuperbuat kepadamu selama ini,"pintaku padanya."sudahlah itu sudah lama berlalu,tidak perlu di bahas,ayo masuklah dulu kerumah"jawabnya.

iapun mempersilakan kami masuk kerumah, saya sangat senang ,dia sudah memaafkan saya,ditengah asiknya bercerita sana-sini,lalu kedua orang tuanya datang .kami berjabatan tangan dan memperkenalkan diriku,saya juga sedikit takut bila-bila arang tuanya akan mengusir kami,sebab anaknya sudah pernah kusakiti,ternyata firasatku lain,orang tuanya begitu baik.mempersilakan kami duduk becerita sampai jam 2 pagi,walau sempat di temani tanyangan siaran TVRI sampai jam 12 malam,saya menayakannya" kamu melanjut kemana?"saya mau masuk STM "jawabnya.

setelah saya jelaskan,bahwa STM itu khusus untuk pria,tapi mengatakan ya,saya masuk teknik elektronika,supaya nanti kalau tamat bisa kerja di Batam "jawabnya, yang memang Zaman itu Batam masih wangi harum semerbak. 

kami mulai mencari posisi tidur,dia masuk kekamarnya,saya dan temanku tidur di ruang tamu.paginya kami bangun dia sudah menyediahkan kopi.kami mulai bergegas bangun dan merapikan semua ,setelah minum kopi ,kami pamitan dengan orang tuanya.

sebelum saya pergi ,saya menjabat tangannya yang lembut dan berkata "mungkin ini yang terakhir kita bertemu,tolong maaf aku.dia menganggukan kepalanya seperti mengiyakan,dengan langkah tenang aku pun berlalu dari hadapannya.

3 tahun berlalu,tanpa ada khabar apapun,saya melanjutkan sekolah saya STM raksana Medan .setelah usai ujian terakhir,saya sengaja singgah ke sopo surung Balige untuk menemuinya,sebab seorang teman mengabarkan ,kalau ia kos di sana,kamipun bertemu,saya melihat responya biasa saja,20 menit saya duduk lalu pamitan untuk beranjak pergi, say lalu pamit,dia berkata ok...(padahal 3 tahun tidak bertemu}.

sesudah tamat ,tanpa beban saya pergi merantau ke Batam dengan Modal nekat,walau tanpa sanak saudara dan tujuan   yang pasti. akhirnya saya tiba di Batam.

saya pun mencoba peruntungan di kota tersebut,saya di terima bekerja di salah satu perusahaan yang bergerak penegeboran minyak PT Mconel.2 tahun saya disana,merasa bosan lalu beralih propesi guyt,untuk memandu tamu singapur dan lainnya.

tanpa sengaja ,aku bertemu satu sekolah alumni SMP Tambunan,namanya Lina Simanjutak,dia mengatakana bahwa ia pernah bertemu dengan siti, saya pun meminta alamatnya,dengan pencarian yang sangat extra,akhirnya dia saya temukan di tanjung perumahan piayu.

di saat pertemuan itu ,tidak ada bedanya dengan pertemuan  seperti di soposurung,dalam hatiku berkata Dia memang bukan jodohku ,saya pun pergi tanpa pamitan lagi,dalam hati berkata oklah kalau memang begitu.

di dalam perjalanan pulang,aku melepaskan semuanya tentang dirinya. memang cinta itu bukan berarti harus  memiliki,dan cinta itu tidak bisa di paksakan,terkadang terlalu serius bisa menjadi bomerang tersendiri,untung saja aku selama ini tidak terlalu....kalau tidak  bisa gilo,,,seperti lagu-lagu itu.dalam prinsipnya,cinta pertama itu hanya media untuk di lalui,selanjutnya terserah anda...

salam
 Agus Budi Tambuan

  

Post a Comment

 
Top