Kenalkan nama saya Binner Manurung, saya alumni smp Tambunan  di tahun 1996,saya kelahiran Medan 33 tahun yang lalu,saya anak dari 3 bersaudara dan sekarang saya menetap  di Kota Medan.
Saya sudah  Menikah . saat ini saya sudah memiliki satu anak,trimakasih Sama Tuhan anak saya lahir dengan sehat dan istri saya juga melahir dengan sehat juga.

Saat ini saya bekerja di salah perusahaan ternama di Medan di bagian teknik,maklum beground saya lulusan ST dari Jakarta. Kalau dahulu gelar itu di bilang Insinyur (Ir)alias S1.

Cerita tentang pengalaman  semasa bersekolah di SMP Tambunan,sangat menyenangkan,walau terkadang ada rasa sakit hati dari berbagai aspek,yah itulah Bumbunya,termasuk Wanita teman sekelas teman Pria dan Juga guru yang menjengkelken temasuk pak SAS.sangat lucu dan menggelitik apabila peristiwa di kenang kembali.

Tiga tahun mengenyam pendidikan di sana, aku betah apa lagi teman – teman sebaya  di Tambunan sangat bersahabat,atau kemungkinan karena saya Marga manurung kemungkinan  Mereka agak segan sebab saya Tulang (Paman ) karena setiap marga Tambunan wajib panggil tulang  sama Marga manurung.

Kembali lagi cerita tentang manis pahit  di SMP Tambunan.Banyak teman mengatakan saya  dulu Play boy cap  buaya saat itu. “ ha..ha.. macam merek cangkul ” tapi itu kata mereka.

Menurutku,.. biasa saja,yah..kalau penampilan enggak kalah di zaman itu.maklum anak Medan Broo..enggak nyombong lah,masasah IQ kita enggak ketinggalan, bisa di bilang masih di atas rata-rata.
Memang saya akui,saya memang pria yang mudah jatuh cinta,tak kenal waktu siang atau  malam kalau saya menyukai seseorang  gadis, pasti saya usahakan agar gadis tersebut bisa menerima cinta saya.

Tiga tahun saya di sana,  banyak wanita teman sekolah yang berlabuh di hati ini,salah satu Rini Angreini Boru Si jabat,walau sekarang sombong enggak ketulungan.itu saya ketahui semenjak jumpa di Jakarta.Dia tak kenal lagi “ kasian deh Gue” di suruh tunggu,sampai tiga hari enggak nongol-nongol.” Haha..aku di kirain  rampok kali” atau sekarang aku kurang ganteng?.

Ada beberapa wanita yang pernah berlabuh. Termasuk Yang sombong tadi.ada namanya Cristina Siahaan di kelas III D,Gayanya selangit perasaan tercantik.memang sih di banding yang lain..tapi aku tidak tertarik,bahkan aku lebih tertarik dengan gadis polos di kelas III A, namanya Betty Batubara, Hidungnya mancung badan tinngi warna kulit hitam manis mirip India. Tapi sayang sekali,namanya enggak jodoh apa boleh buat,mencintai bukan berarti harus memiliki.

Ada banyak wanita yang pernah saya pacari “Upss macam Bandot aja ya hehe..” tapi jangan salah penafsiran dulu broo,pacaran di zaman itu masih sportife,masih memegang norma-norma termasuk norma asusila,bukan seperti sekarang ini  baru jadian, langsung buat filem Bokep bahkan adegan mesumnya nyebar kemana-mana.

Tetapi Walaupun banyak pacar di saat itu,saya tetap konsen pada pelajaran.disamping dari pada semua hal yang kulakukan, saya juga senang mengutak atik componen Radio ,TV dan membuat lampu kelap-kelip dengan rancangan sendiri.

Saya adalah termasuk Murid yang beruntung,ada MN yang selalu membina saya,Bahkan keluarga yang di kampung itu kebetulan yang mempunyai kanti sekolah,”wah Wuenak tenan rek,mie Gomaknya tinggal ambil,apalagi gorengnya tinggal lipat 3 jadi satu,hahaha..”

 Yang paling enaknya di setiap natal sekolah,disini tampak benar kekompakan sesama teman,sama-sama motong babi,kalau bahasa bataknya merhobas,sangat menyenangkan.malamnya baru ke gereja baca Liturgi. Disaat itulah mata saya terkagum-kagum melihat cewek-cewek nya, “makin malam makin cantik aja semua ni cewek “ jadi pikirku saat itu.

 Tapi saat ini yang paling saya rindukan adalah Cuma satu orang saja ,yaitu Betty Batubara.Saya tahu bahwa ia sudah menikah dengan pilihannya.Kiranya  dirimu selalu bahagia  panjang umur sehat selalu tampa kekurangan apapun”God Bless You betty” walau cintaku bertepuk sebelah tangan,itu adalah takdirku karena mencintaimu,semoga saja di kemudian hari kelak  anak kita yang berjodoh.

Walau sulit untuk di lupakan,Keadaan memaksa harus melupakan,dan saat inipun juga, aku telah bahagia dengan pilihanku.Sayonara..

Kepada Yang terhormat para Alumni SMP  Tambunan,terlebih dahulu saya meminta maaf,terkait tulisan ini,saya hanya ingin berbagi mengeluarkan semua yang terpendam di hatiku selama ini. Saya tidak ingin memendamnya terlalu lama. Saya takut bisa jadi Daging tumbuh.(tumor)

Sekian dahulu dari saya Binner  Manurung ST.apabila ada Tulisan  yang tidak menyenangkan,terlebih dahulu saya minta maaf..Tq


 Nara sumber  by  : Binner Manurung  ST
Edit BY and Posting  : Agus Budi Tambunan .

Post a Comment

  1. iya memang kebanyakan begitu,"cinta itu bagai sejuta teka-teki,susah di tebak endingnya"

    ReplyDelete

 
Top